Monday, 31 October 2016

Miris Bercanda Ketika Merayakan Ulang Tahun, Hingga Berujung Kematian

Kesetrum gara-gara ulang tahun

Berita duka kembali muncul setelah seorang remaja tewas tersetrum di tiang listrik, yang menjadi mirisnya ia meninggal dikarenakan ulah teman-temannya yang mengadakan kejutan untuk acara ulang tahunnya.

Ialah Sandy alias Gepeng (21) adalah korban dari perilaku iseng teman-temannya. Senin 26 September 2016 saat hari ulang tahunnya. Sandy merupakan seorang warga Lengkong Wetan Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tepat pukul 00.04 WIB, pekerja sebuah tempat futsal di Tangsel mendapat surprise party dari teman-temannya.

Dia diikat oleh teman-temannya di sebuah tiang listrik, disaat itulah teman-temannya merayakan hari ulang tahunnya dengan menyiramkan air kesekujur tubuhnya seperti halnya anak muda jaman sekarang. Tiba-tiba tubuhnya langsung bergetar kejang-kejang dikarenakan terdapat konsleting listrik yang diakibatkan adanya kabel terkelupas pada tiang listrik di area futsal. Sempat dibawa ke Rumah Sakit Eka Bumi Serpong Damai (BSD) namun sayang nyawanya tak tertolong. 

Belakangan diketahui kabel terkelupas disebabkan kelalaian terkena pisau pemotong rumput. Petugas futsal lainnya pun sempat menolong namun sayang aliran listrik yang terlalu kencang tidak bisa menghindarkan sandy dari kematian.

Seharusnya ini menjadikan pelajaran bagi anak siapapun anak muda khususnya untuk tidak melakukan tindakan yang konyol dan berlebihan. Apa sih gunanya merayakan ulang tahun dengan disiram-siram air, melempar telur dan lainnya, Mungkin lebih bijak kalo ulang tahun dirayakan dirumah saja dengan sederhana, lebih baik memanjatkan doa kepada Alloh telah diberi umur yang Telah tuhan berikan kepada kita.





Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Musni Umar mengatakan bahwa masyarakat harus mengambil pelajaran dari kejadian ini. Semua pihak mulai dari orangtua di rumah, guru di sekolah, maupun pemerintah terutama di tingkat paling bawah RT atau kelurahan mesti turut ambil bagian dalam mengontrol keseharian generasi muda yang semakin hari semakin diluar batas.



"Mungkin itu suatu bentuk penghormatan kepada yang sedang ulang tahun. tapi tanpa disadari menimbulkan bencana. Para pemuda punya kesolidan, namun terkadang tidak dipraktikkan secara positif," kata Musni Umar.

 Mungkin itu suatu bentuk penghormatan kepada yang sedang ulang tahun. tapi tanpa disadari menimbulkan bencana. Para pemuda punya kesolidan, namun terkadang tidak dipraktikkan secara positif



Musni mengimbau kepada anak-anak muda agar merayakan ulang tahun tak secara berlebihan. Perayaan ulang tahun dengan model mengerjai teman tersebut dinilainya minim pemaknaan dan cenderung bersifat hura-hura. Setidaknya ada tiga hal penting yang menjadi tawarannya. 



"Pertama, merayakannya cukup di rumah, bagus kalau diadakan doa bersama dan ceramah. Kedua, didampingi oleh orangtua. Ayah dan ibu dapat mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan memberi arahan apa yang bakal dilakukan ke depan. Ketiga, adanya keterlibatan pihak pemerintah misalnya RT, RW. atau kelurahan. Bisa juga didatangkan motivator. Anak muda biasanya kehilangan harapan dan arah ketika menemui masalah hidup," paparnya.


Sebagai orang tua hendaknya kita mengawasi anak-anak kita untuk mengajarkan kepada mereka apa arti kesederhanaan tanpa hura-hura yang akan membuat kerugian kepada diri kita sendiri. Dengan ditanamkan semenjak masih belia diharapkan anak akan bisa lebih memahami dan memaknai pentingnya akhlak mulia yang mampu mendatangkan kebaikan.
Semoga dengan kejadian ini kita akan tersadar dan membawa hikmah bagi kita kelak.

Cermin Pedia, Siap memberikan informasi terupdate tentang Teknologi, Gadget, Smartphone, Game dan Informasi yang bermanfaat lainnya. Stay on Cermin Pedia !


EmoticonEmoticon